Minggu, 29 Juli 2012

My Mommy is the Best Woman (1st)

My Mommy (mami) . . Kitty de haas (Ketty) adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Ibu mamiku orang kertosono-nganjuk asli yang menikah dengan ayah mamiku -Opa Rudi de haas- adalah keturunan ambon-belanda yang menjadi polisi indonesia (ak juga ga ngerti kok bisa jadi polisi indonesia dan dapat pensiun pula?hehe..pernikahan kedua orang tua mamiku juga punya cerita unik seperti cerita Nyi Dasima..heheh). Ketika belanda terusir dari indonesia, semua warga keturunan belanda dikirim kembali ke negara termasuk ke-8 saudara opa rudi, hanya opa yang tetap tinggal di indonesia karena sudah menikah, punya anak, dan sebagai polisi indonesia.. Namun sayang, kebahagiaan keluarga mami cuman sebentar, opa rudi meninggal ketika mamiku masih smp. Merupakan masa sulit bagi nenekku karena tidak bisa mengurus pensiunnya, jadi kehidupan keluarga terlunta2 dan kadang2 dibantu oleh saudara dekat (yang juga masih hidup kesusahan pasca kemerdekaan) dan keluarga di belanda. Akhirnya lulus smp mami memutuskan pergi ke malang untuk kursus perawat. Selama di malang mami hampir menikah dengan seorang "dokter gula"-istilah jaman dulu untuk insinyur- tapi mungkin nggak jodoh. Mamiku diajak oleh salah satu saudara nenekku untuk tinggal di probolinggo dan menjadi seorang pns perawat di RSU. Karena masih single ya pasti banyak yang "pedekate", cuman nggak tahu adik nenekku nggak setuju dengan semuanya, sampai ada tetangga sebelah rumah yang ngelamar mamiku (keluarga bapakku). kedua orang tua setuju, bapak juga naksir..jadi dech menikah. Semua biaya pernikahan ditanggung bapak (dengan ngejual motornya, pinjam kantor, jadi mamiku nggak ngeluarin uang sedikitpun-aku bangga punya ayah seperti bapak- tanggung jawabnya penuh..kalo sekarang susah nyari figur yang gituan). Pernikhan itu membuahkan anak2 yang lucu2 termasuk diriku sebagai anak pertama. Karena repot ngurusi anak, akhirnya bapak minta mami keluar jadi pns dan jadi ibu rumah tangga karena bapak posisi di pln juga udah diangkat dan lumayan cukup buat keluarga). Ketika ak masih SD kelas 4, bapak melakukan kekhilafan (tapi sungguh dalam hati ak sangat bangga, sayang, dan hormat pada bapakku dan menjadi panutanku). Bapak menikah lagi dan punya anak satu (sekarang jadi adikku no 4). Merupakan goncangan berat bagi keluargaku, terutama mamiku, dan aku yang selalu digunjing dimana2. Tapi semua gunjingan itu aku sikapi +++ dan aku berjanji dalam hati akan menjadi orang sukses dan tak akan hancur oleh kondisi broken home (jadi menangis kalo inget) "Subhanallah Maha Suci Allah yang memberikan aku kekuatan pikiran seperti itu di usia yang masih anak2". Aku berjuang keras untuk membuktikannya kepada orang2 disekitarku. Alhamdulillah semua kesampaian kecuali soal pernikahanku yang sering tertunda, for me family is first. (to be continued)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar