Minggu, 29 Juli 2012
My Mommy is The Best Woman (2nd)
Subhanallah..Alhamdulillah..Allahu akbar.. Laahaulawalaquwwataillahbillah..
Hancurnya rumah tangga dan anggota keluarga terletak pada kekuatan seorang IBU dan hidayah dariNYA. Mamiku tegar menghadapi semuanya, setelah dia berkorban (andaikan masih tetap pns mungkin mami akan menjadi wanita mandiri -seperti kebanyakan wanita sekarang- daripada dimadu). Tapi itu semua garis yang diberikan oleh Allah SWT.
Ketegaran mamiku membuat aku terus berdoa dan berusaha bisa membanggakan kedua orang tuaku. I wanna show the world that i can passed it well and success.
Bapakku juga menjadi seorang yang sangat jauh lebih baik dari sebelumnya, dan menjadi panutanku sampai sekarang. Semua filsafat, arahan, menjadikanku untuk menjadi orang yang berjiwa besar, jujur, welas asih, dan tak merugikan orang lain.
(Hidupku juga nggak semulus mendapatkannya, mulai dari tidak lulus masuk perguruan tinggi negeri, nggak lolos ujian negara, nggak diterima di perusahaan negeri -yang sekarang masih abu2 hehehe- semuanya selalu mengingatkanku dan menyadarkannku untuk mengerem ambisi tersebut).
Sekarang semuanya sudah damai, adikku sudah berkeluarga bahagia, yang keduanya juga akan menikah, namun aku tetap menjadi penopang keluarga semenjak bapak pensiun. Aku nggak mau mamiku tetap kerja sebagai perawat di swasta di hari tuanya. Apalagi kebutuhan sekarang semakin lama semakin banyak.
Saat ini yang ada di pikiranku ingin membuat mami bahagia (Jika Allah mengijinkan aku akan mengajak mami ke Belanda, lhaaa menunggu suami juga tak kunjung datang..hehehe).
Aku akan tetap bekerja untuk diriku nantinya dan keluargaku.
Dan target tahun ini juga menikah dengan orang yang mau menerima kondisiku apa adanya.
May Allah SWT blessed me . .
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus